Ronaldo Vitto Lewerissa

Software engineering learning documentation.

Tutorial Git: Repositori

Repositori adalah project folder anda, berisikan segala informasi, working directorybranch, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan projek anda.

Sebuah repositori normalnya ditandai dengan adanya subdirectory .git di dalam project root-nya (repositori). Sebuah file/directory yang namanya diawali dengan tanda baca titik (.) menandakan direktori tersebut hidden.

Saya menggunakan terminal dan Bash di MacOS, sehingga tutorial Bash berikut mungkin tidak relevan bagi anda.

Untuk melihat apakah sebuah direktori memiliki file-file tersembunyi, anda bisa membuka terminal, lakukan perintah sehingga anda sekarang berada di direktori yang diinginkan (menggunakan cd ). Lalu, jalankan perintah berikut:

ls -a  

atau

ls -l  

menggunakan ls -a

Subdirectory .git tersebut berisi metadata terhadap repositori anda.

isi file git

Sebuah repositori dibagi menjadi dua tipe: repositori biasa dan repositori bare.

Bedanya, repositori bare tidak punya working directory sama sekali. Jadi isi dari repositori kurang lebih seperti file .git pada gambar di atas. Yang bisa kita lakukan terhadap repositori bare hanya kira-kira sebatas push dan pull.

Normalnya, ketika anda menciptakan sebuah repositori atau melakukan git clone, anda akan disuguhi sebuah working directory yang bisa anda tambahkan fileedit files, dll. Working directory anda akan sesuai dengan branch yang sedang di-checkout. Ketika anda mengubah branchworking directory anda akan secara otomatis berubah. Tapi di repositori yang bare, tidak ada working directory sama sekali.

Nah, pertanyaannya untuk apa memiliki repositori yang bare?

Biasanya bare repository dipergunakan sebagai central repository. Sebatas sharing pada rekan tim atau orang lain.

Setiap ada yang ingin melakukan perubahan, yang ia lakukan adalah sebatas melakukan push saja, tidak mengubah secara langsung.

git init

Untuk membuat sebuah repositori yang baru (lokal dan non-bare), buka terminal dan berikan perintah berikut:

git init  

Pastikan sebelumnya anda sudah berada di direktori yang diinginkan.

Anda juga bisa langsung menspesifikasi direktori yang dimaksud dalam terminal:

git init <direktori>  

Kalau anda menginginkan repositori yang bare:

git init --bare <direktori>  

Sekarang anda bisa menambahkan file, membuat file baru, atau mengubah file dalam working directory anda (khusus repositori bare).

Setiap file yang anda tambahkan akan tersimpan sebagai untracked files, dan akan selalu tampak di working directory walaupun anda sudah bergonta ganti branch.

Tiap perubahan pada file berstatus untracked tidak akan terbaca layaknya file-file lain yang sudah secara eksplisit ditambahkan. Untuk menambahkan file ke dalam branch tersendiri, anda harus melakukan commit pada file yang bersangkutan.

git clone

Cara lain untuk membuat sebuah repositori adalah dengan:

git clone

adalah alamat dimana repositori tersebut berada. Apabila anda menggunakan Github, maka anda tinggal mengcopy-paste alamat repositori bersangkutan di halaman repositori di Github.

Repositori akan diunduh menggunakan protokol HTTP/S atau SSH.

git config

Git config berguna untuk mensetting beberapa konfigurasi repositori kita, secara lokal (terikat pada satu repositori khusus) maupun global (menjadi default untuk semua repositori).

Beberapa konfigurasi yang bisa anda lakukan adalah:

git config --global user.name <name>

git config --global user.email <email>

git config --global alias.<alias-name> <git-command>  

Anda juga bisa melakukan perubahan secara langsung (tidak harus melalui command line interface):

git config --global --edit  

Written by Ronaldo Vitto Lewerissa

Read more posts by this author.